Tuesday, January 16, 2007

tugas akhir semester komunikasi kontemporer

JURNALISME KONVENSIONAL VS JURNALISME ONLINE

A. Latar Belakang

Jurnalisme berasal dari bahasa Belanda “Journalistik” atau bahasa Inggris Journalism yang bersumber dari perkataan journal yang diterjemahkan dari bahsa latin diurnal yang berarti harian atau setiap hari. Dalam leksikon komunikasi jurnalistik adalah pekerjaan mengumpulkan, menulis, menyunting, dan menyebarkan berita dan karangan untuk surat kabar, majalah dan media massalain. (Harimurti Kridalaksana, 1984:44)

Jurnalisme atau jurnaistik merupakan kegiatan memproses dan meyajikan berita kepada khalayak luas. Jurnaisme adalah seperangkat pengetahuan yang membahas seluk beluk kegiatan yang berhubungan dengan upaya memproses suatu informasi menjadi suatu berita. Secara sederhana F Fraser Bond mengemukakan “Today the journalism embraces all the form in whichand trough which the news and comments on the news reach the public” (Siregar:1992:79). Richard Weiner mengemukakan journalisme adalah suatu proses pengumpulan fakta, penulisan, penyuntingan dan penyiaran berita (Abrar,1991:1)

Pada hakekatnya jurnalisme muncul disebabkan pertama, keinginan mengubah masyarakat agar sesuai dengan standart kehidupanyang diakui oleh sikomunikator. Dorongan ini bisa berdalih agama, pembangunan atau hal-hal yang dianggap sebagai sesuatu hal yang luhur dalam kehidupan. Jurnalisme ini mengutamakan gagasan, doktrin atau ideology. Kedua, bertolak dari pemenuhan kebutuhan masyarakat akan realitas. Jurnalisme akan merefleksikan masyarakat dengan mensyaratkan asumsi bahwa informasi yang bernilai adalah realitas yang berlangsung dalam masyarakat. (Siregar,1992:80)

Berikut ini adalah Sembilan Prinsip Inti Jurnalisme, seperti yang tertulis dalam buku The Elements of Journalism. What Newspeople Should Know and the Public Should Expect (Crown Publishers, 2001).

1. Jurnalisme harus memiliki kewajiban pertama pada kebenaran.

2. Jurnalisme harus memiliki loyalitas pertama pada warga masyarakat.

3. Jurnalisme harus memiliki kedisiplinan dalam melakukan verifikasi.

4. Jurnalisme harus menjaga independensi dari sumber berita.

5. Jurnalisme harus memfungsikan dirinya sebagai pemantau independen atas suatu kekuasaan tertentu.

6. Jurnalisme harus menyediakan forum bagi kritik dan komentar public.

7. Jurnalisme harus mengupayakan hal yang penting menjadi menarik dan relevan.

8. Jurnalisme harus menjaga agar setiap berita komprehensif dan proporsional.

9. Jurnalisme harus membolehkan praktisinya untuk menggunakan nuraninya

Perkembangan jurnalisme tidak akan pernah terlepas dari perkembangan per situ sendiri karena pers sebagai institusi saoaial pada dasarnya hadir melalui informasi yang disampaikan baik berupa berita, pendapat maupun iklan. Perubahan corak jurnalisme akan melahirkan berbagai macam jurnalisme. Seperti jurnalisme konvensional dan jurnalisme online.

Disini kita akan membahas lebih lanjut mengenai jurnalisme konvensional dan jurnalisme online. Sebab kedua jurnalisme ini memiliki karakter yang berbeda.

B.ISI

Memang dalam perkembangannya jurnalisme memiliki beberapa macam, yaitu: jurnalisme konvensional, jurnalisme baru, jurnalisme investigasi, jurnalisme presisi, jurnalosme pembangunan, jurnalisme anti korupsi, jurnalisme damai, jurnalisme berwawasan dan yang sedang ngetrend sekarang ini jurnalisme online.

Perbedaan yang sangat kentara adalah pada jurnalisme konvensional dan jurnalisme online. Walaupun berbeda, jurnalisme ini pastilah sudah mempunyai khalayaknya sendiri-sendiri.

Pada jurnalisme konvensional menitik beratkan pada unsur-unsur elementer dalam pemberitaan (5W+1H) yaitu what, why, where, who, when dan how. Dalam jurnalisme konvensional pemaparan beritanya bersifat reportase faktual, linier dan hanya dari satu dimensi saja. Dan penulisan leadnya juga merupakan ringkasan dari peristiwa 5W+1H. Seperti yang lazim dikenal selama ini jurnalisme konvensional memiliki unsure-unsur sebagai berikut: timeliess (hangat), significance (penting), magnitude (tingkatan/skala), proximity (kedekatan), prominence (ketenaran), dan human interest (menggugah rasa kemanusiaan). Yang dipentingkan disini adalah what the public should know dan what the public want to know. Sebab selain keenam hal tadi dua hal ini juga sangatt penting untuk khalayak. Ruang lingkup jurnalisme konvensional meliputi media cetak maupun media elektronik. Media cetak misalnya: surat kabar, majalah, tabloid. Dan media elektronik meliputi: radio dan televisi. Bedanya di media cetak kedalaman lebih diunggulkan daripada media elektronik yang lebih mengunggulkan visual dan audio. Tetapi dimanapun jurnalisme konvensional tetap jurnalisme konvensional. Karena apapun medianya jurnalisme konvensional lebih mengedepankan 5W+1H dalam pemberitaannya dan keenam unsur tadi (timeless, significance, magnitude, proximity, prominence, dan human interest). Karenanya jurnalisme konvensional dapat dengan mudah kita nikmati dengan kedua media tadi, media cetak dan elektronik. karena dapat dengan mudah kita dapatkan , walaupun kita tidak punya unag untuk melihat berita dari media cetak ataupun elektronik toh masih nada fasilitas umum yang dapat kita pergunakan. Sehinnga hampir semua masyarakat tahu dan mengerti karena kita hanya tinggal menyimak atau menbaca saja, kita sudah mendapatkan berita. Karena kemudahan meida tadi.

Hal ini sungguh sangat berbeda dengan jurnalisme online. Jurnalisme yang mengharuskan kita untuk dapat mengoperasikan computer terlebih dahulu sebelum kita mendapatkan beritanya. Sebab media utama jurnalisme online adalah computer. Dan internet sebagai penghubung.

Selian itu kita juga perlu merogoh kocek untuk dapat menikmati macam jurnalisme ini. Entah itu dengan klita berlangganan internet atau kita datangi warung internet yang banyak tersebar. Tidak hanya itu yang membedakannya jurnalisem online dapat dioperasikan hanya denhan beberapa orang saja dan dengan modal yang tidak terlalu banyak. Sedangkan jurnalisme konvensional yang menggunakan media cetak maupun elektronik harus dikerjakan dengan jumlah orang yang banyak dan dengan modal yang cukup besar.

Berikut ini adalah Keuntungan Jurnalisme Online, seperti yang tertulis dalam buku Online Journalism. Principles and Practices of News for The Web (Holcomb Hathaway Publishers, 2005).

1. Audience Control. Jurnalisme online memungkinkan audience untuk bisa lebih leluasa dalam memilih berita yang ingin didapatkannya.

2. Nonlienarity. Jurnalisme online memungkinkan setiap berita yang disampaikan dapat berdiri sendiri sehingga audience tidak harus membaca secara berurutan untuk memahami.

3. Storage and retrieval. Online jurnalisme memungkinkan berita tersimpan dan diakses kembali dengan mudah oleh audience.

4. Unlimited Space. Jurnalisme online memungkinkan jumlah berita yang disampaikan / ditayangkan kepada audience dapat menjadi jauh lebih lengkap ketimbang media lainnya.

5. Immediacy. Jurnalisme online memungkinkan informasi dapat disampaikan secara cepat dan langsung kepada audience.

6. Multimedia Capability. Jurnalisme online memungkinkan bagi tim redaksi untuk menyertakan teks, suara, gambar, video dan komponen lainnya di dalam berita yang akan diterima oleh audience.

7. Interactivity. Jurnalisme online memungkinkan adanya peningkatan partisipasi audience dalam setiap berita.

Tak kanya sampai disitu saja dalam prosesnya jurnalisme online juga memerlukan orang yang ahli dalam pemrograman computer. Sebab akan mengantisipsi jika terjadi suatu trouble. Memang tidak mudah mengkonsumsi jurnalisme online karena kita juga perlu keahlian khusus dan sedikit pengetahuan tentang computer terutama pada internet. Katena jurnalisme ini pasti terhubung dengan internet, namanya juga online. Pastilah jurnalisme ini tidak pernah tidur.

Secara fungsional jurnalisme onlone bisa dibedakan dari jenis jurnalisme lain, dengan menggunakan komponen teknologinya sebagai faktor penentu, dalam hal perumusan operasional.

 Jurnalis Online harus memutuskan tentang hal-hal sebagai berikut:

Format media yang mana, yang terbaik untuk menyampaikan suatu berita (multimediality). Sejauh ini bandwidht dan hak cipta merupakan faktor-faktor struktural yang masih menghambat pengembangan content multimedia yang inovatif.

 Memberi pilihan pada publik untuk memberi tanggapan, berinteraksi, atau bahkan meng-customize (menyesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan publik bersangkutan) terhadap berita-berita tertentu (interactivity).

 Mempertimbangkan cara-cara untuk menghubungkan (connect) berita yang ia buat dengan berita lain, arsip, sumber data dan seterusnya lewat hyperlinks (hypertextuality).

Macam-macam jurnalisme online:

1. Mainstream News sites: Situs ini menawarkan pilihan editorial content, baik yang disediakan oleh media induk yang terhubung (linked) dengannya atau memang sengaja diproduksi untuk versi Web.

2. Index & Category sites: Jenis jurnalisme ini sering dikaitkan dengan mesin pencari (search engines) tertentu (seperti Altavista atau Yahoo), perusahaan riset pemasaran (seperti Moreover) atau agensi (Newsindex), dan kadang-kadang bahkan individu yang melakukan usaha (Paperboy).

3. Meta & Comment sites: Situs tentang media berita dan isu-isu media secara umum. Kadang-kadang dimaksudkan sebagai pengawas media (misalnya: Mediachannel, Freedomforum, Poynter’s Medianews). Kadang-kadang juga dimaksudkan sebagai situs kategori dan indeks yang diperluas (seperti: European Journalism Center Medianews, Europemedia).

4. Share & Discussion sites: situs-situs yang mengeksploitasi tuntutan publik bagi konektivitas, dengan menyediakan sebuah platform untuk mendiskusikan content yang ada di manapun di Internet. Situs semacam ini bisa dibilang memanfaatkan potensi Internet, sebagai sarana untuk bertukar ide, cerita, dan sebagainya.

Di dalam jurnalisme online kita juga dapat langsung mengirimkan kritik dan saran kita dan akan langsung sampai. Bahkan kita juga bisa mendapatkan kritik ataupun saran dari orang lain. Ataupun kita berpartisipasi didalamnya.

C. Kesimpulan

Dari rangkuman diatas dapat diketahui perbedaan antara jurnalisme konvensional dan jurnalisme onlie yang sekarang ini lebih marak di khalayak ketimbang jurnalisme-jurnalisme yang lainnya.



 

No comments: